Skip to main content

Kuala Lumpur Bumi Tarbiyahku :)

Alhamdulillah, syukur Alhamdulillah dipanjatkan setinggi-tingginya ke hadrat Ilahi, atas segala nikmat yg Allah kurniakan ke atas diri ini, dan kita semua, terutama nikmat Iman dan Islam. Alhamdulillah :)

Firstly, I am writing this post dalam keadaan yg sungguh aman damai .hihi. pada jam tepat 11.30 pg tadi berakhir sudah final exam untuk sem 3 diakhiri dengan subjek fizik, subjek kecintaanku (cinta lah sangat) *apsal rasa macam dah tulis report pulak nihh. padah lama tak menulis*

and yes, life is getting tougher ever since. tapi sebenarnya kalau ikutkan sem2 lagi tough both mental and academic aspect. seriously.

Moving. it's not just about changing places. It's beyond that. moving requires capability to adapt with new environment,new people, new food prices, and of course, new challenges are coming all the way. and the capacity to adapt varies with people. Ada orang sebulan je dah boleh adapt, ade yg lepas midsem pun ala2 lost lagi. huhu

orang kata, di sini penuh dengan godaan. mana taknya, dengan hanya bertambangkan kurang rm 10 yg dikongsikan dengan rakan2 kini anda boleh membeli belah dan berbelanja sakan di Mid Valley, one of the largest mall in Malaysia (tapi sofwah pergi dua tiga kali dah bosan. besar sangat kot, malas nak explore)

orang kata di sini banyak 'lumpur' nya. aah kalau hujan basah kat padang varsiti memang berlumpur pun padang tu. eh.

orang kata di sini bumi mehnah. tak macam nilam puri. bumi tarbiyah gitu

bagaimana kalau saya kata, di Kuala Lumpur ini lah saya mula mengenal ALLAH?

"apaaa? ko duduk setahun Nilam puri tuu takkan laa tak kenal ALLAH lagi. duduk sekolah agama 5 tahun, family background agama, takkan.baru nak kenal?!!"

tak. bukan begitu :)

Di kawasan berlumpur inilah, saya betul2 mengenali sisi Allah yg jarang orang tunjukkan kepada kita. Jarang di promote kepada kita.

Allah, Tuhan yg penuh dengan Kasih Sayang.
Allah, Tuhan yang Maha Baik, yg kebaikannya takkan dapat digambarkan akal.
Allah, Tuhan yg Ghaffar, tidak hanya mengampunkan dosa, tapi juga menghapuskan dosa2 tersebut dan menutup aib hamba2Nya

Ya, Dia lah Allah,

Selama lebih 19 tahun kehidupan, jarang sekali mendengar orang berbicara tentang kasih sayang Allah. ataupun memang terdengar tapi hatiku tertutup kala itu.

Aku hamba yg dipalit dosa, tapi bilamana kita meletakkan pergantungan sepenuh2 kepada Allah, Allah takkan sesekali kecewakan kita. nehi. takkan. seringkali aku termalu dengan Allah, sungguh malu. walau betapa menggunung dosa ini,tapi Allah tetap beri kebaikan demi kebaikan yg tak henti2.

entah berapa kali aku terjerumus dalam lembah dosa. namun Allah tarik semula, masukkan aku dalam majlis taman2 syurga, yg berkumpul untuk menggapai redaNya, entah berapa kali, di kala imanku berkurang, aku lari dariNya. tapi Dia tetap hadirkan peristiwa2 yg penuh keajaiban supaya aku kembali kepadaNya.

kita merungut datangnya kesusahan dari Allah, tapi kita cuma mengingati Allah di kala kita susah. dan apabila Allah mahu mengingatkan kita kepadaNya, kita marah, mempersoalkan keadilan Allah, tanpa bertanya kepada diri sendiri terlebih dahulu, adilkah kita?

Alhamdulillah. rupa-rupanya Allah itu lebih dekat dari urat nadi. Allah itu bukan sekadar tuhan untuk disembah, tapi kepada Dia, kita serahkan sepenuh pergantungan. segala bentuk aduan, segala bentuk pengharapan.
"dan apabila hamba2Ku bertanya mengenaiKu, katakanlah sesungguhnya Aku ini dekat" [Al Baqarah 2:186]
 Yes, Allah itu dekat. tanamkan dalam minda kita, dan kita rasailah nikmatnya bertuhankan Allah :)

Moga Allah kekalkan cinta ini. moga Allah kekalkan rasa ini.bukan tak pernah hati ini goyah, tapi apabila kita meminta dengan yakin, insyaAllah dia takkan kecewakan

Apa kaitan dengan tajuk?
Bumi tarbiyah itu ada di mana-mana. begitu juga bumi mehnah. dan mohonlah kepada Allah supaya tetapkan hati di mana2 pun kita berada ^^

p/s: bila fikir2 balik, cantik sungguh perancangan Allah ke atas diri ni. kenapa? we'll find out soon, insyaAllah. thanksss for reading, hope you gain something from it :)

Comments

Anonymous said…
sof,, fuhh.. fuhh.. lm xb'blog,, siyes ttunggu2 sy..
n this tyme got really touched.. dr mata turun ke hati.. tq sis =)
moga Allah berikan ptunjuk pd kita suma.. buka mata buka hati buka minda..
Ameen..
sofwahayati said…
Alhamdulillah. ni semua Allah yg beri. saya cuma berkongsi, itu tanggungjawab orang yg beriman :)

mari sama2 mendoakan kebaikan bersaa. moga Allah makbulkan ^_^

Popular posts from this blog

Memory

You know I always take pride in how good my memory works. I can remember details, information, and able to retain & recall them whenever it is needed. I remember small minute detail of a person, what she/he likes or dislike, what they're allergic of, preferences, pet peeves, depending how close they are to me. I remember event and incidents that occurs, I remember the things people say, sometimes the wording they use, I remember the places and memories it carries-the people I go with, the purpose of going, and sometimes the exact dates if not month of the year. I remember random facts about thingsi studied in my degree despite not dealing with the subjects on daily basis. I remember very vividly the memories of people despite how random and sometimes insignificant it seems. No matter how useful a good memory does sound, Sometimes, secretly, I resent it. I resent that how memories are only pieces of you that you're meant to keep. Just because you remember the specific event ...

The ocean

We could've been the ocean Where the limits is not found The potentials, possibilities of what could have become But you chose the land The security, the certainty and safety that it offers You chose what is easy And that's okay Me and difficulties came as part in parcel As much as I can give you Or that I tried or willing to try to There are parts of me that isn't gonna be easy I probably can't give you peace And that's okay Maybe it's not that much of a fall It's the imagery of you that stuck And how it takes the shape and the idea of you But I'm beginning to understand now, or at least as of this current moment There are something to be blamed but not everything I hold no grudge nor that I bear any ill wishes I just prefer not to see the sight of you At least not until I let go that image of you And the thought of what we could have become And I free myself from this attachment and idea You chose the logic, the safer route And I will embark on a diffe...

The very defining moment

26th of June When we got into a little misunderstanding and you go to sleep upset and I went about my days pretending like nothing happened when in reality i was just as affected I think over the time i became quite good at pretending putting on smiles and working, as if it was all normal when the truth I keep on dropping things, i was all over the place I am CLEARLY not in a great mood and later that night you called me up and asked if I had my dinner already and all you said "bawak tupperware. Saya kat luar" Imagine the kind of shock I had When you are upset but still decides to go above and beyond for me I'm not sure what do I have in me but I just got lucky 27th June Another misunderstanding (lol) and this time you dropped by again late at night we drive and we talk I talk and talk endlessly We smiled and laugh (and in my heart i knew, I want this forever) I want to be next to you when I'm sad when i feel hopeless or just full of moodiness and I just wanna be sad ...